TUBABA, harian elvano news.com— Di tengah kesibukan mengurus keluarga, sejumlah ibu muda di Tiyuh Daya Sakti, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), tetap menyempatkan diri untuk berkumpul, berkarya, dan berbagi cerita.
Nirmala dan Weni bersama sejumlah ibu lainnya memanfaatkan waktu kebersamaan dengan mengolah adonan donat dan lembang sari. Dengan perlengkapan sederhana, tangan-tangan mereka tampak cekatan meracik bahan hingga menyiapkan adonan untuk diolah menjadi sajian yang dapat dinikmati bersama.
Suasana pun berlangsung hangat. Sembari mengolah bahan makanan, obrolan ringan mengalir di antara mereka. Aktivitas sederhana di ruang berkumpul itu sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi dan berbagi pengalaman.
Bagi Nirmala dan Weni, kegiatan tersebut bukan sekadar membuat makanan. Pertemuan itu menjadi ruang bagi para ibu untuk saling bertukar cerita, berbagi keterampilan, sekaligus membangun semangat kebersamaan di tengah kesibukan sehari-hari.
“Kami ingin kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan. Selain menambah keterampilan, kami juga bisa berkumpul dan saling memberikan semangat,” ujar Nirmala, Kamis (3/9/2026).
Weni menambahkan, keterampilan mengolah makanan sederhana dapat menjadi kegiatan produktif apabila dilakukan secara bersama-sama. Mulai dari menyiapkan bahan, membuat adonan, hingga menghasilkan makanan siap disajikan, seluruh proses dilakukan dengan penuh ketelitian.
Di tengah kegiatan tersebut, Nirmala dan Weni juga menyampaikan pilihan politik mereka dalam Pemilihan Kepalo Tiyuh Daya Sakti. Keduanya menyatakan secara terbuka dukungan kepada Heri Supari, calon Kepalo Tiyuh Daya Sakti nomor urut 1.
Menurut keduanya, pilihan tersebut merupakan aspirasi pribadi yang mereka sampaikan dalam suasana kekeluargaan. Heri Supari sendiri merupakan salah satu dari empat calon yang telah resmi ditetapkan dalam kontestasi Pemilihan Kepalo Tiyuh Daya Sakti 2026.
Kegiatan berkumpul sambil membuat donat dan lembang sari itu menjadi gambaran sederhana bahwa ruang-ruang sosial di tengah masyarakat tidak hanya menjadi tempat mempererat hubungan antarsesama, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi warga untuk berbagi pandangan dan menyampaikan aspirasi.
Lebih dari sekadar meracik adonan, aktivitas para ibu muda tersebut memperlihatkan semangat untuk tetap produktif, menjaga silaturahmi, serta mengambil bagian dalam kehidupan sosial di lingkungan Tiyuh Daya Sakti.
Dari dapur sederhana, percakapan mengalir. Dari tangan yang meracik adonan, lahir sajian yang dinikmati bersama. Dan dari sebuah pertemuan kecil, muncul beragam cerita serta harapan warga tentang masa depan Tiyuh Daya Sakti.












