HORMATI SEJARAH LELUHUR, ADI CANDRA DORONG GUBERNUR LAMPUNG JADIKAN MAKAM PUYANG MINAK TRIODISO CAGAR BUDAYA DAN WISATA RELIGI

KOTABUMI, Harianelvanonews.com – Pelestarian sejarah dan penghormatan terhadap jasa para leluhur merupakan bagian penting dalam menjaga identitas serta jati diri suatu daerah. Berangkat dari semangat tersebut, Ketua DPC Laskar Lampung Indonesia Kabupaten Lampung Utara, Adi Candra, S.E., menyampaikan aspirasi kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, agar memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan Makam Puyang Minak Triodiso.

Saat ditemui di kediamannya, Adi Candra menyampaikan harapan agar Pemerintah Provinsi Lampung dapat mendorong penetapan Makam Puyang Minak Triodiso sebagai cagar budaya sekaligus mengembangkan kawasan tersebut menjadi destinasi wisata religi dan sejarah di Lampung Utara.

Menurut Adi, kepemimpinan yang besar bukan hanya diukur dari keberhasilan membangun daerah, tetapi juga dari kepedulian dalam menjaga warisan sejarah dan menghormati tokoh-tokoh yang telah berjasa bagi generasi sebelumnya.

Ia menilai, pelantikan Rahmat Mirzani Djausal sebagai Gubernur Lampung menjadi harapan baru bagi masyarakat Lampung Utara, terlebih gubernur tersebut memiliki keterikatan historis dengan daerah tersebut sebagai putra kelahiran Lampung Utara.

“Lampung Utara merupakan salah satu kabupaten tertua di Provinsi Lampung. Seiring perjalanan waktu, sejumlah daerah telah mengalami pemekaran dan berkembang dengan identitas serta kemandiriannya masing-masing. Namun, Lampung Utara tetap memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan peradaban yang menjadi kebanggaan masyarakatnya,” ujar Adi Candra.

Ia menegaskan, salah satu warisan sejarah yang patut mendapatkan perhatian serius adalah Makam Puyang Minak Triodiso. Sosok tersebut dikenal dalam tradisi masyarakat Abung sebagai tokoh leluhur dan pemersatu Marga Abung Siwo Migo yang memiliki nilai historis dan kultural bagi masyarakat setempat.

Bagi Adi, keberadaan makam tersebut bukan sekadar situs pemakaman, melainkan bagian dari jejak perjalanan sejarah dan identitas masyarakat Lampung yang perlu dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.

“Karena itu, saya berharap Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dapat memberikan perhatian dan mendorong kajian bersama pemerintah daerah serta instansi terkait agar Makam Puyang Minak Triodiso dapat ditetapkan sebagai cagar budaya sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Selain pelestarian sejarah, Adi juga melihat adanya potensi pengembangan kawasan makam sebagai destinasi wisata religi dan edukasi sejarah. Dengan penataan yang baik, fasilitas yang memadai, serta promosi yang tepat, kawasan tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu tujuan wisata budaya sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Kalau bukan kita yang menjaga dan melestarikan sejarah leluhur, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Saya percaya Gubernur Lampung memiliki kepedulian terhadap sejarah dan kebudayaan daerah. Ini merupakan momentum untuk memberikan penghormatan kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa dalam perjalanan masyarakat Lampung,” ungkapnya.

Adi juga mengingatkan pentingnya memegang teguh semboyan JAS MERAH (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah) sebagai pengingat bahwa kemajuan daerah tidak boleh membuat masyarakat melupakan akar sejarah dan perjuangan para pendahulunya.

“Mari kita muliakan sejarah dan menghargai jasa para leluhur. Jangan sampai generasi mendatang hanya mengenal pembangunan, tetapi kehilangan pengetahuan tentang asal-usul dan sejarah daerahnya sendiri. Semoga apa yang kita perjuangkan hari ini menjadi warisan berharga bagi anak cucu kita kelak,” pungkas Adi Candra, S.E. (ridho)