banner 728x250
Berita  

Cegah Konflik Meluas, Dosen Unila Ajak Masyarakat Anak Tuha Tak Mudah Terprovokasi

banner 120x600
banner 468x60

Lampung Tengah, Harian Elvano News.com — Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (Unila), Dr. Usep Syaipudin, S.E., M.S.Ak., mengimbau masyarakat di Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, agar tidak mudah terprovokasi dalam menyikapi persoalan aksi pendudukan lahan di areal perkebunan PT BSA.Usep menilai, seluruh pihak perlu mengedepankan sikap saling menahan diri dan mengutamakan penyelesaian melalui dialog.

banner 325x300

Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan yang telah berlangsung selama 277 hari tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas dan pada akhirnya merugikan masyarakat.“Harus saling menahan diri, karena kekerasan tidak menyelesaikan masalah dan justru merugikan masyarakat,” ujar Usep, Rabu (12/8/2026).

Menurut Usep, penyelesaian persoalan di Anak Tuha membutuhkan komunikasi yang terbuka dan konstruktif. Ia berharap setiap pihak dapat mengedepankan dialog serta melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh masyarakat dan tokoh adat.“Komunikasi yang baik diperlukan agar setiap persoalan yang muncul dapat dibahas secara terbuka dan dicari jalan keluarnya bersama,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terlebih informasi yang berpotensi memicu emosi maupun memperkeruh situasi.Usep menekankan bahwa perbedaan kepentingan dalam suatu persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme yang damai dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama sehingga tidak boleh ada pihak yang mengambil tindakan yang justru memperbesar ketegangan.“Yang paling penting saat ini adalah menjaga situasi tetap kondusif. Jangan sampai masyarakat terprovokasi dan persoalan yang ada justru berkembang menjadi konflik baru,” ujarnya.Ia berharap semua pihak dapat mengutamakan kepentingan masyarakat luas serta membuka ruang komunikasi yang lebih intensif.

Dengan pendekatan persuasif dan dialogis, persoalan di Anak Tuha diharapkan dapat menemukan solusi yang adil tanpa menimbulkan korban maupun kerugian yang lebih besar.“Jangan sampai masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan. Karena itu, semua pihak harus mengedepankan kepala dingin dan mencari solusi melalui dialog,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *