banner 728x250

Refleksi Kemerdekaan, PMII STMIK Surya Intan Tantang Generasi Muda Wujudkan Indonesia Emas

banner 120x600
banner 468x60

KOTABUMI, Harianelvanonews.com — Memaknai kembali kemerdekaan di tengah tantangan zaman bukan sekadar mengenang perjuangan bangsa dalam merebut kebebasan dari penjajahan. Kemerdekaan hari ini harus dimaknai sebagai upaya membebaskan rakyat dari kebodohan, kemiskinan, ketimpangan, serta keterbelakangan, sekaligus membangun kedaulatan bangsa menuju Indonesia yang maju dan sejahtera pada 2045.


Gagasan tersebut disampaikan Ketua PMII Komisariat STMIK Surya Intan Kotabumi, Adi Sudrajat, dalam kajian kaderisasi di lingkungan kampus, Kamis (13/8/2026).

banner 325x300


Menurut Adi, makna kemerdekaan harus mengalami transformasi, dari sekadar terbebas dari penjajahan fisik menuju kemerdekaan yang substansial dan dirasakan langsung oleh seluruh rakyat.


“Bangsa yang benar-benar merdeka bukan hanya bangsa yang terbebas dari penjajahan, tetapi juga bangsa yang mampu berdiri berdaulat atas ekonomi, pangan, energi, teknologi, serta sumber daya alamnya,” ujar Adi.


Ia menjelaskan, setidaknya terdapat tiga perubahan mendasar dalam memaknai kemerdekaan.


Pertama, kemerdekaan harus diwujudkan dalam kedaulatan. Indonesia tidak cukup hanya memiliki kemerdekaan secara politik, tetapi juga harus memiliki kemandirian dan kedaulatan di bidang ekonomi, pangan, teknologi, serta pengelolaan sumber daya alam.


Kedua, kemerdekaan harus menghadirkan keadilan sosial. Kemerdekaan sejati tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir kelompok atau elite. Pembangunan harus mampu menciptakan kesempatan yang setara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.


Ketiga, kemerdekaan harus melahirkan keberanian menghadapi tantangan global. Sebagai bangsa yang berdaulat, Indonesia harus memiliki kesiapan menghadapi perubahan iklim, perkembangan teknologi, disrupsi digital, persaingan ekonomi global, serta berbagai tantangan baru yang terus berkembang.


Adi menilai, menuju Indonesia Emas 2045, pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul menjadi salah satu fondasi utama. Pendidikan, riset, penguasaan sains dan teknologi, termasuk bidang STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics), harus mendapat perhatian serius.


Selain itu, transformasi ekonomi juga harus diperkuat dengan mendorong hilirisasi, inovasi, produktivitas masyarakat, serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. Langkah tersebut dinilai penting agar Indonesia mampu keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap) dan meningkatkan daya saing di tingkat global.


“Pembangunan Indonesia Emas 2045 juga membutuhkan pemerintahan yang bersih, penegakan hukum yang kuat, demokrasi yang matang, serta tata kelola birokrasi yang transparan dan berpihak pada kepentingan rakyat,” tegasnya.


Ia berharap momentum kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi refleksi bersama untuk memastikan cita-cita kemerdekaan benar-benar diwujudkan dalam kehidupan masyarakat.


“Harapan saya, kepentingan yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus sepenuhnya dikuasai negara demi sebesar-besarnya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, sebagaimana amanat Pasal 33 ayat (2) UUD 1945. Dengan demikian, cita-cita menyongsong 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045 dapat benar-benar terwujud,” pungkas Adi Sudrajat. Red

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *