banner 728x250

Pencegahan Stunting Menjadi Prioritas, Tiyuh Gading Kencana Gerakkan Lintas Sektor

banner 120x600
banner 468x60

Tulang Bawang Barat, harianelvanonews.com – Pemerintah Tiyuh Gading Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), menggerakkan berbagai unsur lintas sektor untuk memperkuat pencegahan dan penanganan stunting di tengah masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui Rembuk Stunting Tiyuh Gading Kencana Tahun 2026 yang digelar pada Kamis (13/8/2026) di Aula Balai Tiyuh Gading Kencana.

banner 325x300

Kegiatan ini mengusung tema “Melalui Konvergensi Pencegahan Stunting Kita Wujudkan Sumber Daya Manusia yang Unggul Menuju Indonesia Maju.” Rembuk digelar sebagai forum untuk menyatukan langkah, memperkuat koordinasi, serta menyusun upaya pencegahan stunting yang lebih terpadu dan tepat sasaran.

Rembuk tersebut diikuti berbagai unsur, di antaranya Ketua TP PKK, Kepala Puskesmas Marga Kencana, PLKB, Pendamping Tiyuh Gading Kencana, Bhabinkamtibmas, Babinsa, ahli gizi, aparatur tiyuh, seluruh leader Posyandu ILP, serta bidan tiyuh.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan, melainkan masalah yang membutuhkan penanganan bersama. Faktor gizi, kesehatan ibu dan anak, pola asuh, sanitasi, lingkungan, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga saling berkaitan dalam upaya pencegahan stunting.

Dalam rembuk tersebut, peserta membahas berbagai persoalan dan langkah strategis, mulai dari pemenuhan gizi ibu dan anak, pelayanan serta pemeriksaan kesehatan secara rutin, pola asuh keluarga, sanitasi lingkungan, hingga pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita.

Koordinasi antarpihak juga diperkuat agar setiap program dan kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan stunting dapat dilaksanakan secara terarah, terpadu, berkelanjutan, dan tepat sasaran.

Pj. Kepala Tiyuh Gading Kencana, Marsandi, S.Pd., menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak akan berjalan optimal apabila hanya menjadi tanggung jawab satu sektor.

Menurutnya, seluruh pihak harus menjalankan tugas dan perannya masing-masing secara konsisten, disertai komunikasi serta koordinasi yang kuat hingga tingkat masyarakat.

“Pencegahan stunting membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Oleh karena itu, koordinasi dan kolaborasi harus terus diperkuat agar program yang dilaksanakan benar-benar menyentuh masyarakat dan memberikan hasil nyata,” ujarnya.

Marsandi mengatakan, konvergensi program menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pencegahan stunting. Program kesehatan, pemenuhan gizi, sanitasi, pemberdayaan masyarakat hingga peningkatan kesejahteraan keluarga harus saling terhubung dan mendukung.

Di sisi lain, keluarga tetap menjadi garda terdepan dalam pencegahan stunting. Orang tua diharapkan aktif memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi, menerapkan pola hidup sehat, memanfaatkan pelayanan kesehatan secara rutin, serta memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi maupun balita.

Pemerintah Tiyuh Gading Kencana menegaskan, hasil rembuk tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial maupun sekadar dokumen. Setiap kesepakatan harus ditindaklanjuti melalui langkah nyata yang memberikan manfaat dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dengan dukungan seluruh lintas sektor, Pemerintah Tiyuh Gading Kencana berkomitmen menjalankan upaya pencegahan stunting secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

Langkah tersebut tidak hanya bertujuan menekan angka stunting, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk memastikan generasi Tiyuh Gading Kencana tumbuh sehat, cerdas, berkualitas, serta memiliki masa depan yang lebih baik.

(Adi⁴⁹)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *